MUHASABATUN NAFS 'introspeksi diri'

Bismillahirrahmanirrahiim

Oshinabu, maju terus!

“Cinta dimulai ketika seseorang menemukan bahwa kebutuhan orang lain sama pentingnya dengan kebutuhannya sendiri.” (Harry Stack Sullivan).

Cinta tidak datang pada seseorang yang mencarinya. Jika memang Anda baru saja mengakhiri
suatu hubungan, fokuslah pada diri dan kehidupan pribadi terlebih dahulu. Tidak
perlu terburu-buru mencari cinta yang baru, dan nikmati kesendirian Anda.


“Subhaana Rabbiyal a’laa.. Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi.. Maha Suci Engkau Ya Rabb.. Sungguh wanita penuh dosa ini kembali lagi mencari kesempurnaan dalam mata air Kesucian-Mu.. Dan dalam kekerdilan dan kerapuhan diri ini, izinkan hamba berlindung dalam Ketinggian dan Kesempurnaan cinta yang utuh menjadi milik-Mu..”



Jiwa Bermata Raga


Raga, adakah kau lihat sang waktu menunggu kau kembali

Raga, kemana kau pergi ingat jalan pulang

Tak mau kulihat kau bersedih mencari

Tak mau ku tengok kau berlari

Tanya, sana-sini

Sungguh waktuku tak sudi menatap kau begitu..

Pohon yang kau lubangi ku harap jadikan perahu

Bukan sekedar lubang.. tapi senikan untuk bisa berlayar

Raga, buatlah perahumu tahan dengan berbagai pesakitan

Karena badai tiap hari akan mencari mu

Dan angin pun ikut serta untuk jatuhkanmu

Di tengah lautan atau samudra yang kau lalui

Raga, jadikan aku ketika bertemu tersenyum

Biar alam menilai perjuanganmu dalam berkayuh

Tak usah kau hiraukan panasnya matahari dan derasnya hujan

Cukup, terus goyangkan dayungmu

Biar kau tak malu mendampar di sudut pulau

Indah dan berkilau

Karena, Surga itu sulit di capai..

Pulanglah.. bawa kebaikan itu..

Raga, jangan kecewakan sang Waktu..

Apalagi AKU

By. Al-FaqirIlallah, Novelia Yusuf asy-Syahidah

(22 April 2010, Padang Dhuha.)

Jumat, 03 Februari 2012

Cerpen Novelia Yusuf asy-Syahidah


Pilihlah..!

25 tahun sudah terlewati, sebuah waktu yang berjalan melaju tanpa disadari Saya melewatinya dengan kekerasan pikiran. Sakit begitu dalam akibat mendikte diri untuk menjadi orang sukses dan menang. Namun, apa daya 25 tahun Saya melewati sang waktu belum menjadi apa-apa. Tak ubahnya pecundang yang berjalan di lorong-lorong kegelisahan. Ahh..
“Tara, kamu masih saja menulis?” Inilah sosok Ibu yang slalu bertanya jika Saya menulis.
“Iya Bu. Saya akan tidur.”
“Bener itu, kamu harus tidur. Besok kamu akan dilamar orang. Kalau keluarga besarnya melihat kamu pucat, hanya karena tidak tidur. Bisa-bisa kamu di tolak jadi istri seorang ilmuwan itu. Tidur ya! Dan do’a sebelum tidur, matiin lampunya.”

Saya membalas dengan seulas senyuman, pahit. Entah mengapa mendengar lamaran besok, Saya lebih pucat. Ibu saya itu, terobsesi dengan orang-orang berilmu. Kesan pintar, cerdas dan wibawa. “Apalagi orang berilmu itu, mudah dapat pekerjaan dan malahan pekerjaan yang nyari-nyari dia.” Lihatlah kata-kata ini, obsesi orang berilmu sebenarnya terselebung makna. Lebih tepatnya Ibu menginginkan Saya menikah dengan orang yang sudah bekerja, ujung-ujungnya adalah duit.
“Ck..ck..ck.. ahh lebih baik saya tidur. Ya, Rabb.. izinkan saya agar bias menghadapi hari esok.”
@@@
“MasyaAllah, cantiknya yaa calon mantu bapak ini. Bagaimana bu? Pilihan Reza dan bapak ini?”
“Iya, cantik pak. Bapak dan Reza memang pintar kalau menilai kecantikan lho Tara.”

Ibu saya tersenyum, manggut-manggut. Saya, malah muak. Saya tidak suka dengan basa-basi. Sedangkan Reza, hmm.. Dia hanya melihat Saya, kalau Saya menoleh menatapnya, dia menunduk dan kalau dia melihat Saya justru Saya jadi salah tingkah. Saya rasa inilah tahap awal cinta. Mungkin, Dia mencintai Saya bisa jadi Saya yang lebih mencintainya. Dia laki-laki tampan. Yang membuat Saya senang Dia berjenggot. Cinta memang aneh.
“Tara, apa aktifitasnya sekarang ini.. Kata bapak dan Reza kamu Penulis ya?”
Degh.. MasyaAllah, Saya baru tahu kalau Saya ini Penulis. Ya! Penulis yang gagal, gagal karena tulisan yang Saya buat tak bernilai apa-apa, tak menghasilkan apa-apa. Dan saya tahu pertanyaan ini meronakan pipi saya yang malu karena tak tahu harus menjawab apa.
“Tara, koq diem? Ibunya Reza nanya itu ke kamu.” Ibu saya bingung melihat reaksi Saya yang diam.
“ahaa.. Ibu ini, Tara kan sedang di lamar.. jadi maklum saja dia diam. Berdasar hadis Rasullullah SAW, kalau anak perawan dilamar dia diam, itu tandanya lamaran kita diterima Ibu..”

Ibu reza tersenyum, Ibu saya juga dan Reza tersenyum kearah Saya. Aiiih.. saya kebingungan. Bapak Reza ini, menurut Saya selain berwibawa dia lebih suka gerak cepat, langsung ketujuan dan dengan sikap beliau itu Saya selamat untuk tidak menjawab pertanyaan Ibu Reza dengan jawaban “ Saya bukan Penulis. Tapi, Pecundang! Kurang lebih begitu Bu.”
@@@
Sebulan sudah, Saya hidup berumahtangga dengan Reza. Reza Radhiawan Kusuma dan Saya Angranatara Putri. Kehidupan Saya dengan Reza sungguh penuh cinta, tak ada masalah yang besar. Masalah hanya pada Saya yang belum begitu enak dalam memasak. Reza slalu bilang “Sayang, kamu pasti bias memasak, ana yakin itu. Ini buku memasak, ana beli dari Bandung. Sayang bias pelajari dan semoga sukses.” Di beri senyum khasnya. Khas, reza setiap tersenyum slalu mengedipkan mata sebelah kanannya. Tapi, untungnya senyum khas begitu hanya untuk Saya.

Saya pun menyadari, setelah menikah ini banyak kesuksesan yang Saya alami. Ibu mertua Saya slalu menyemangati Saya untuk menulis. Ibu mertua tahu kalau Saya begitu buruk dalam berkarya, berkarya tulis. Reza pun memberikan Saya beraneka ragam buku-buku yang berkaitan dengan cara menulis, cara mengarang yang baik. Saya pun menyadari Ibu Saya terus berdoa agar Saya bias menjadi seorang Penulis yang bermanfaat serta baik. Pernikahan yang diawali diam ini menghasilkan tawa pada cara berpikir Saya. Dan Saya mulai mengerti bahwa kematiaan ayah Saya, bukanlah penghalang untuk berkarya.

Ayah Saya seorang Penulis. Tapi, dia terlalu keras bahasanya, kritikannya juga. Dia mati karena tulisan-tulisannya. Inilah yang buat Saya merasa menjadi Penulis yang pecundang karena tak sehebat Ayah, takut mati hanya sebuah bakat alami yakni menulis.
Hidup akan terus berjalan, jika hanya menengok ke ruang traumatik, Saya mengerti; Saya akan menjadi pecundang sampai mata ini tertutup kaku.

Sebelum tidur Saya menulis dan menyatakan kebahagiaan setelah menikah. Menikah dengan orang cerdas yang tak keblinger. Keblinger akan kemampuan dirinya dan Ia pun tidak keblinger dalam kecerdasan Spritualnya sehingga suami Saya menuntun Saya berjalan untuk menjadi seorang pemenang dalam berkarya tulis. Reza laki-laki yang rendah hati. Tidak merasa sombong dengan ketinggian ilmunya dan tidak merasa paling benar meskipun dia luar biasa dalam pemahaman beragamanya. Alhamdulillah, Saya sembuh dari penyakit jiwa yang slalu merasa menjadi pecundang.

Setiap pilihan adalah jalan
Jalan menuju kemenangan atau keterpurukan
Pilihlah setiap lini dan nafas kehidupan
Dengan ikhtiar yang benar agar tidak menjadi
Orang-orang yang gagal

- Reza tersenyum pada Saya dengan senyum khasnya 

Semoga bermanfaat.
al-Faqirilallah, Novelia Yusuf asy-Syahidah
Padang, Kos Dewi Fortuna. Sabtu 04 Februari 2012, 10:09 AM.

Rabu, 01 Februari 2012

Bergerak!

Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu. Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu. Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu. Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu. Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu.

Tak ada kta andai yang harus menguatkan kita unutk berdiam diri, karena hidup memang sesuatu yang begitu dalam dan panjang perjalanannya. Lelah adalah hal biasa dalam hidup , yang tak biasa adalah tak pernah berjuang tapi lelah, luarbiasa dungunya.. :)

Minggu, 29 Januari 2012

LELAKI ITU BERNAMA AFRIZAL DAHRIL!



“Ya Allah, sesungguhnya telah habis kesabaran, telah lemah keyakinan, telah terserak keinginan, dan hanya kepada-Mu semua kendali hati. Ya Allah, Padukan semua kata pada ketakwaan dan lunakkan hati pada petunjuk-Mu.”

Hati ini hendak bercerita
Tapi, tak ada yang menoleh untuk mendengar
Mereka hanya berkawan ketika wajah ini tampak senang
Namun, ketika hati dan wajah ini terluka sedih tak ada kawan menguatkan
Ternyata hanya keasingan yang termiliki yang mampu buat Saya terkuatkan
Dan inilah perhentian tangis terakhir Sang Jiwa.. perhentian rasa cinta Rang Asing pada sosok
Lelaki itu bernama AFRIZAL DAHRIL!

Kurun sudah 7 tahun lamanya Saya senangi seseorang dan menantinya untuk kembali, kembali merapatkan hati bahwa Sayalah pilihan terakhir untuk mendampingi hidupnya kelak. Kurun waktu Saya menanti bercampur-campur rasa, duka dan bahagia. Kini, semua terjawab sudah.. dia tidak memilih Saya untuk menjadi pendamping hidupnya.. dia sudah memiliki pilihan baru.. dan Saya menikmati kesedihan dan sakit yang mendalam, sangat dalam! Sehingga airmata ini tak mengeluarkan airnya.. mata ini hanya sanggup menerawang, membisu dan terdiam. Sejenak mata ini sembab, inilah cinta yang Saya pupuk sendiri tanpa tahu apa bisa nantinya di tuai, inilah cinta yang Saya jaga bertahun-tahun, inilah cinta yang tak sanggup Saya uraikan! Cinta tetaplah , cinta tak tergantikan oleh sebingkai kata-kata. Inilah cinta yang terkembang mengalir yang melahirkan kembali kepedihan cinta seorang Kahlil Gibran, Seorang Laila dan seorang Zulaikha serta keterhempasnya kekuatan cinta seorang Rabi’ah alDawiyyah yang bertahan untuk kuat mengikat cintanya hanya kepada Allah semata..

Saya yakin, tidak ada yang begitu percaya bahwa Saya memendam cinta begitu dalam dan di era-modren ini tak kan mungkin saya tercipta bisa mencintai yang mengefek dasyat seperti kisah-kisah cinta di zaman lalu. Tapi, inilah realitanya Saya menjalani cinta yang begitu parah senangnya, parah sakitnya. Saya baru bisa merasakan bagaimana perasaan seorang Kahlil Gibran, Laila, Zulaikha dan Rabi’ah al-Dawiyyah. Mungkin cinta Saya tidak suci karena ambisi, mungkin..mungkin.. Tapi, Saya hanya bisa melihat mata di kaca ini. Saya tersadar bahwa Saya terluka dalam. Saya hanya sanggup bercerita pada Guru Saya, bahwa Saya sedih untuk pertama kalinya! Sedih yang begitu dalam..

Jika, zaman kini menilai cinta hanya sebatas perut untuk memuaskan di bawah perut. Jika, zaman kini cinta kepada makhluk hanya terlihat sekumpulan ‘tai-tai’ (Maaf). Jika , zaman kini bukti cinta adalah tidur seranjang dengan yang dicintai, melahirkan lirik-lirik cinta maksiat bahkan cinta itu ‘indah’ seperti lagu Melinda, Cinta satu malamnya.. Jika, cinta yang melahirkan rasa batin yang tegar di dunia zaman sekarang katanya tak ada. Jika, di dunia ini ada cinta yang hanya mengharapkan hadirnya tanpa hubungan seks itu sudah mustahil! Tapi, riilnya Saya begitu.. bahwa cinta Saya begitu! bagi Saya cinta adalah hal yang suci, tak bisa di urai dengan kesenangan perut di atas ranjang belaka.. cinta Saya lahir begitu diam..

Ahh.. Saya sedih orang yang Saya senangi dan Saya nanti 7 tahun lamanya sudah punya pendamping hidup pilihannya.. tapi, sekarang Saya senang untuk rela melepaskannya.. Alhamdulillah.. Ya Allah, ampuni atas rasa senang Saya terhadap seseorang bertahun-tahun kurun waktunya.. ternyata Saya menduakan-Mu, pastinya mengkhianat-Mu.. ampuni pengkhianatan Saya Allah.. Izinkan Saya melahirkan karya-karya dengan kekuatan cinta-Mu.. bentuklah Saya untuk kuat seperti pendahulu Saya.. Kahlil Gibran, Laila, Zulaikha dan Rabi’ah al-Dawiyyah dan jangan Engkau tinggalkan aku sendirian..

Kini usai sudah sebuah kisah cinta Saya.. luka biarlah luka.. bagi Saya cinta cukup sekali, menikah pun sekali.. layaknya kematian pun hanya SATU KALI! Dan inilah kepedihan yang buat Saya berubah kepilihan hidup yang lain, ketakdir yang lain.. Dan sebuah masa pasti ada akhirnya..

Lelaki itu bernama AFRIZAL DAHRIL!

Semoga bermanfaat
Novelia Yusuf asySyahidah, Rang Asing.
29 Januari 2012, 03:00 PM. Kubang, Sawahlunto-SUMBAR.

>> I am Novel.. I am Novel..
Tears fall without me realizing
I wiped my tears because I didn’t want you to be washed away
Could have erased you, could have forgotten you
It makes me cry to think about the days without you
You left me without saying anything, I wish it wasn’t you, please
It’s okay if you return, it’s okay if you return
It must be just a dream where we were apart for a short time
Nothing happened, nothing happened
When the night is over, if I wake up, I’m with you again
Repeateadly telling with my heart, telling with my mouth
I remind myself so many times because I don’t want to lose me
Could have erased you, could have forgot you
It’s makes me cry to think about the days without you
You left me without saying anything, I wish it wasn’t you, please
It’s okay if you return, it’s okay if you return
It must be just a dream where we were apart for a short time
Nothing happened, nothing happened
If I wake up after tonight
It’s okay if you return, it’s okay if you return
I still love you, please, please
Nothing happened, nothing happened
When the night is over, if I wake up, I’m with you again.

Senin, 16 Januari 2012

Rang Asing


Luka Seorang ASING

Bagi saya pengkhianatan adalah sesuatu yang menyakitkan, menimbulkan luka yang perkepanjangan. Dan luka tidaklah bisa di balas dengan kebaikan, bagi saya luka harus dibalas luka minimal sebentuk keadilan. Pengkhianatan merupakan bentuk pengingkaran janji dan didalamnya terdapat ketidakjujuran. Sangat menyakitkan. Ketika seseorang berkata begini-begitu, namun pembuktiannya tak ada atau tidak sesuai apa yang Ia utarakan itu pengkhianatan namanya. Mungkin, bisa di tebus dengan kata “maaf” jika kita melakukan pengkhianatan, tapi.. luka tetaplah luka, dia akan membekas walau tak tampak sakitnya. Di dunia zaman sekarang sudah terlalu banyak terkontaminasi oleh PENGKHIANATAN dan saya akan berjuang untuk tidak berada dalam bagiannya. Saya belum cukup kuat dan mampu untuk merubah keadaan dunia sekarang, namun saya pasti bisa melawan diri dan melatih jiwa saya untuk tidak berperilaku keburukan yang terjadi. Pasti aka nada keterasingan pada saya nantinya, ketika kita keluar dari zona yang benar-benar sesak akan hal-hal buruk. Asing adalah kebanggaan bagi saya. Sebuah predikat yang luarbiasa, menjadi asing adalah hal hebat jika kita lakukan untuk menegakkan prinsip kebenaran. Sesuatu yang benar akan membawa ketenangan.

Adalah sepi milikku lagi,
Namun setiap detik nafasku..
Selalu berani berkata bahwa;
Sepi bukan sendiri,
Sepi bukan mati,
Atau pun sepi bukan tanpa kekasih di malam hari..
Sepi adalah MATA jiwa yang berjuang kuat
Bertahan dalam keramaian!

Setiap MATA bisa di baca, pengkhianat atau tidak; tergurat di garis-garis halus bola MATA.. hanya orang-orang yang ASINGlah yang mampu membacanya..
Tak ada cinta yang benar-benar cinta, jika hanya mampu terurai dalam banyak kata-kata.. tak ada sayang yang benar-benar sayang, jika hanya tertata dalam bahasa.. tak ada ikhlas yang benar-benar ikhlas, jika selalu menyebut-nyebutnya.. karena ikhlas adalah cinta serta sayang, yang hanya tertanam di hati dan tampak dalam perbuatan.. karena terlalu banyak bahasa dalam bentuk kata akan menimbulkan pengkhianatan, sakit dan luka.. inilah kisah yang buat saya terluka, meski bertubi maaf terhadirkan untuk saya.. dia tetap membekas sulit untuk di hilangkan..
Dan, sayalah orang ASING.. –MATA NoveL-

al-Faqirilallah, Novelia Yusuf asy-Syahidah
Dini hari 20 Desember 2011, 02:26 AM
Kubang, Sawahlunto-SUMBAR

Rabu, 23 Februari 2011

Hiduplah dengan TENANG


Allah betapa sakit sepi ini mendera nafasku
Tak kunjung sembuh pula
Dingin kemudian beku taaaak mencai-cair..
Allah aku sakit perih dan ngilu.. jantung ini pun mengkusam perih..
Takdir mana yang harus ku pilih..
Nikmat itu terjauh dariku..
Allah sembuhkan aku dari rasa gelisah
Kuatkan aku meski panas menggerogoti sekujur hatiku
cemburu ini tak buatku tenang..
Novel.. Hiduplah dengan Tenang..
Bertahanlah dan kau pasti bisa..
Tenang, tenang, dan tenang..

Selasa, 08 Februari 2011

BIARLAH SEMUA TERSIMPAN..


Jejak mana yang kau pilih.. maka kau harus berhati-hATI memutuskannya.. sungguh sakit terlukai.. namun, obat itu meliputi hati yang selamat.. sungguh kau mengetahui betapa detak jantung ini mencari tempat untuk berdetak di setiap detiknya.. ke usiran ini menyakitkan.. tapi, PILIHAN itu yang kau pinta bukan?? DENGAR DETAK HATI INI BERMELODI.. LEWAT LIRIK PELUKA HATI.. SEMUA KAN KAU KETAHUI AKU TERLUKA.. TAK AKAN LAMA :)



(SANG MANTAN)



Dulu aku kau puja,dulu aku kau sayang,dulu aku sang juara,yang selalu engkau cinta,kini roda telah berputar..

kini aku kau hina,kini aku kau buang,jauh dari hidupmu,kini aku sengsara,roda memang telah berputar..

mana janji manismu,mencintaiku sampai mati,kini engkau pun pergi,saat ku terpuruk sendiri..



akulah sang mantan

akulah sang mantan



sakit teriris sepi,ketika cinta telah pergi..



akulah sang mantan

akulah sang mantan



mana janji manismu,setia sampai aku mati,kini engkau pun pergi,saat ku jatuh dan sendiri..

mana janji manismu,mencintaiku sampai mati,kini engkau pun pergi,saat ku terpuruk sendiri..



akulah sang mantan

akulah sang mantan

akulah sang mantan

akulah sang mantan



mana janji-janjimu.. !!



----------------DAN------------------

(KARENA KU SANGGUP)







Biarlah ku sentuhmu..Berikanku rasa itu..Pelukmu yang dulu..Pernah buatku..Ku tak bisa paksamu..‘tuk tinggal disisiku

Walau kau yang selalu sakiti..Aku dengan perbuatanmu..Namun sudah kau pergilah..Jangan kau sesali





Karena ku sanggup walau ku tak mau

Berdiri sendiri tanpamu

Ku mau kau tak usah ragu

Tinggalkan aku

Huuu.. kalau memang harus begitu





Tak yakin ku kan mampu..Hapus rasa sakitku..Ku ‘kan selalu perjuangkan cinta kita..Namun apa salahku

Hingga ku tak layak dapatkan kesungguhanmu..





Tak perlu kau buatku mengerti

Tersenyumlah karena ku sanggup..



Semua sudah di akhiri dan luka ini ta akan lama.. sudahlah buat dirimu tersenyum.. meski kau kini tau.. bahwa aku sakit dan terluka.. setidaknya kau mengerti.. aku tak lemah.. inilah bukti ketegaran.. bahwa nyawaku masih ada..

CINTA ITU BISA DITUMBUHKAN & DIMATIKAN (kau tau itu, prinsip melankolik ku..)

Jangan menangis..



Ya Rabb.. ampuni aku atas rasa melodi yang terkuakkan..

Aku tak akan mengulangi lagi..

Ya Rabb.. cintai aku sekali.. lagi..



al-Faqir Illallah, Novelia Yusuf asy-Syahidah

INILAH YANG KU MAU.. APA KAU MAU?



Cinta itu adalah ketika timbul perasaan aneh disekujur tubuhmu baik ketika kau melihatnya, mendengarnya, ataupun ketika kau merasakan kehadirannya di dekatnya. Adakalanya kau selalu ingin dekat dengannya, namun yakinlah, bahwa jarak yang jauh terkadang justru mampu mendekatkan hati kalian. Dan juga sebaliknya, kedekatan tanpa ikatan pernikahan seringkali merenggangkan hati kalian.



Cinta itu tumbuh secara tak terduga. Terkadang kau berpikir bahwa kau LEBIH BAIK mencintai orang tersebut. Namun ketika HATImu menolaknya kau tak akan mampu berbuat apa-apa. Biarlah perlahan-lahan hatimu, bersama dengan masa yang akan menghapusnya dari pikiranmu.

Namun ketika HATImu membenarkan kau justru akan dibuat kebingungan karenanya. Kau justru akan berpikir ulang sebelum kau benar-benar yakin bahwa dialah cintamu yg sebenarnya.



Cinta karena Allah adalah ketika kau mengerti, tak hanya kelebihan dari orang itu yang kau lihat, namun juga “MEMAHAMI” dan “MENERIMA ” kekurangan-kekurangan yang dimilikinya. Sungguh pun kau baru boleh mengatakan bahwa “aku mencintainya” setelah kau benar-benar mengenalnya dengan sebenar-benarnya, yaitu baik dan buruknya.



Cinta karena Allah itu tidak akan pernah sebatas pada penampilan dan kecantikan. Adakalanya kau akan lebih mencintai sebongkah arang hitam daripada sebutir intan yang berkilauan. Karena sesungguhnya kau sadar bahwa kau membutuhkan sebuah kehangatan yang mampu mengusir rasa dingin dari jiwamu. Lebih daripada sekedar keindahan yang ternyata membuatmu beku kedinginan.



Cinta karena Allah itu TIDAK akan tumbuh dari kecantikan seseorang. Namun KECANTIKAN seseorang justru akan tampak ketika kau mencintainya. Adalah bagaimana kau bisa mencintainya karena akhlak dan agamanya, bukan pada rupa, harta, ataupun nasabnya. Karena dengan inilah kau bisa menepis kefakiran, kehinaan, ketidak bahagiaaan, dan kemudian menggantinya dengan kemuliaan yang diridhai oleh Allah SWT.



Cinta karena Allah akan membuatmu merasa tidak perlu memiliki meskipun dalam hatimu kau sangat ingin. Adalah bagaimana kau bisa ikhlas ketika dia ternyata lebih mencintai orang lain dan bahkan kau pun bisa berdo’a agar mereka bisa berbahagia.



Cinta karena Allah tidak akan menggiringmu pada jurang kemaksiatan. Ketika kau melihat dia dan mencintainya, hal itu akan membuatmu semakin berbenah diri, kau menjadi mampu melihat kekurangan-kekurangan dirimu untuk kemudian memperbaikinya.



Cinta Karena Allah tidak akan membuatmu berpikir sempit, justru kau akan berpikir lebih jauh ke depan, lebih matang, lebih dewasa, dan ke arah yang lebih serius…!! Kau tidak akan berpikir dan membayangkan apabila kalian sudah pacaran, namun kau sudah berpikir ke arah pernikahan. Karena kau sadar bahwa ia jauh lebih kokoh, suci, berarti dan bermakna di hadapan Allah daripada sekedar pacaran.



Cinta karena Allah terkadang tak tumbuh dengan sendirinya. Kita seperti layaknya diberi biji untuk ditanam. Lalu ia tergantung pada bagaimana kita merawatnya. Jika kita baik, maka baik pulalah perasaan itu, dan juga sebaliknya. Terkadang pula bisa jadi ia tumbuh dengan sendirinya. Ada saat dimana kau terkadang ingin membunuh saja perasaan tersebut namun entah mengapa kau tak berdaya. Karena sebenarnya bukanlah kita yang menumbuhkan perasaan cinta tersebut, namun Rabb yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang lah yang berkehendak atas segala perasaan itu.



Cinta karena Allah Bukanlah tentang bagaimana kalian saling memandang, namun bagaimana tentang kalian melihat ke arah yang sama, dan berjalan ke arah yang sama. Kalian sadar bahwa kalian tidak akan mampu menghadapi perjalanan tersebut sendirian melainkan membutuhkan seseorang untuk berjalan disisimu, yang saling membantu, saling meringankan, dan saling mengarahkan dalam perjalanan menggapai Ridha-Nya .



Cinta karena Allah tidaklah selalu membutuhkan beragam kesamaan diantara kalian. Namun yang terpenting adalah kesamaan prinsip dan tujuan, yaitu menggapai ridha Allah SWT. dalam dirimu kau pun ingin agar kau merasa layak untuk mencintai dan dicintai olehnya.

Segala puji hanya bagiMu Ya Rabb Sang penguasa tidak ada yang luput dari pengetahuanMu, tidak akan habis air lautan atau bahkan lebih dari itu untuk menuliskan kalam Mu, selalu berusaha untuk dapat memahami bahwa tidak ada yang sia-sia atas yang Engkau tentukan dan berprasangka yang terbaik untuk semuanya. Engkau Yang Maha Kuasa atas segalanya dan berkehendak tidak ada yang tidak mungkin.



----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Alkisah…di Kufah ada seorang pemuda tampan, serta sangat rajin beribadah, wajahnya selalu penuh dengan linangan air mata, karena begitu takutnya dengan Allah, dan begitu gembiranya atas segala karunia Allah. Suatu hari, karena ada suatu keperluan, pemuda tersebut berkunjung ke kampung dari Bani An-Nakha’, lisannya tidak pernah berhenti dari zikir, selalu mengagungkan nama Allah, derap langkahnya bijaksana, setiap ada orang dia sapa dengan ramah, di saat sedang berjalan, pemuda itu bertemu dengan seorang wanita dengan kecantikan seindah bidadari surga, jilbab yang lebar, wajah yang rupawan, derap langkah yang mempesona, sungguh menjadi pesona tiap pemuda yang merindukan istri yang shalehah, di saat mata mereka saling menatap, ada sebuah gejolak rasa yang aneh melintas di dalam dada, perasaan aneh yang semakin bergelora, semakin lama semakin menyiksa, dan akhirnya berpuncak pada suatu kesadaran kepada keduanya, Astagfirullah, rupanya syaitan sudah mulai menancapkan godaan sesatnya, keduanya menunduk, mengalihkan pandangan demi menjaga kemuliaan.



Malamnya sungguh menjadi malam yang sangat menyiksa bagi sang pemuda, entah kenapa shalat malamnya menjadi terganggu, setiap dia mengangkat takbir, maka bayangan wanita tersebut kembali muncul, merasuki pikirannya, menghantui jiwanya, air mata pemuda semakin deras, ketika dia kehilangan kekhusukan shalatnya, setelah sekian lama berkecamuk, mencoba melawan bayangan si wanita, pemuda itu jatuh, tersungkur, dan akhirnya pingsan, dengan lelehan air mata yang terus mengalir.



Sedangkan di tempat yang berlainan, sapu tangan wanita basah kuyup akibat menahan air matanya, dia tidak bisa menahan kerinduan yang berkecamuk di dalam dada, setiap cerita dan pendapat dari orang-orang yang mengenal tentang keshalehan dan kemuliaan akhlak sang pemuda sudah membuatnya cukup untuk merasakan cinta, apalagi ketampanan pemuda yang bisa di kategorikan nabi yusuf zaman sekarang semakin membuatnya menggila, rasa rindu semakin menyiksanya.



Di saat batin sudah menjerit, hati tidak bisa menahan, dan kerinduan tidak terbantahkan, berangkatlah sang pemuda untuk menemui sang ayah wanita yang menarik hatinya, dengan tujuan melamar untuk memuliakan wanita, dan untuk menjaga pandangannya serta menyempurnakan separuh agama, tetapi jawaban sang ayah wanita, seperti guntur yang menggelora, siap mencabik siapa saja yang dekat dengannya, apalah daya, jika si wanita, telah di jodohkan dengan sepupunya, pemuda pulang dengan tangan hampa, hanya iman di dalam dada, yang bisa membuatnya sekuat baja, meskipun tangan seakan menggenggam bara, tetapi baginya, cobaan adalah bentuk dari kasih sayangNya.



Walau demikian, ternyata cinta di antara keduanya benar-benar semakin bergelora, akhirnya sang wanita mengirim surat dengan bantuan seseorang kepada sang pemuda, begitu tahu surat tersebut dari pujaan hatinya, sang pemuda gembira seakan memiliki dunia, di genggamnya surat tersebut, lalu di bacanya dengan perlahan.



“Aku telah tahu betapa besar cintamu kepadaku, dan betapa besar pula aku diuji dengan kamu. Bila kamu setuju, aku akan mengunjungimu atau aku akan mempermudah jalan bagimu untuk datang menemuiku di rumahku”.



Batin pemuda semakin tersiksa, dia mempunyai dua pilihan, antara bersenang-senang dengan wanita yang di cintainya meskipun mendapat laknat Allah, atau menolak permintaan pujaan hatinya demi menjaga kemuliaan dirinya, pesona positif dan negatif di dalam dirinya, bertarung sengit, tapi dia yakin, bahwa Allah akan melaknatnya dengan hina, jikalau dia menerima ajakan si wanita, lalu pemuda membalas suratnya.



“Aku tidak setuju dengan dua alternatif itu, “sesungguhnya aku merasa takut bila aku berbuat maksiat pada Rabbku akan adzab yang akan menimpaku pada hari yang besar.” (Yunus:15) ,Aku takut pada api yang tidak pernah mengecil nyalanya dan tidak pernah padam kobarannya.”



Setelah membaca surat dari pemuda, luluhlah hati sang wanita, dia menyadari bahwa syaitan sudah menguasai dirinya, si wanita berkata “Walau demikian, rupanya dia masih takut kepada Allah? Demi Allah, tak ada seseorang yang lebih berhak untuk bertaqwa kepada Allah dari orang lain. Semua hamba sama-sama berhak untuk itu.” Dia tebus kesalahannya dengan meningkatkan ketakwaannya, dia jauhi urusan dunia, akan tetapi, dia masih memendam rindunya kepada pemuda, tubuhnya mulai semakin kurus dan kurus menahan rindunya, sampai akhirnya, sang wanita menutup mata untuk selama-lamanya, meninggalkan dunia yang fana. Sang pemuda sering datang menziarahi kuburnya, dia menangis dan mendoakan kebaikan bagi wanita yang di cintainya, suatu hari sang pemuda tertidur di atas kuburannya, dia bermimpi bertemu sang wanita yang dicintainya dalam penampilan yang sangat baik, dalam mimpi, sang pemuda bertanya kepada wanita, “Bagaimana keadaanmu? Dan apa yang kamu dapatkan setelah meninggal?”



Sang wanita menjawab “Sebaik-baik cinta wahai orang yang bertanya, adalah cintamu. Sebuah cinta yang dapat mengiring menuju kebaikan.”



Pemuda itu bertanya, “Jika demikian, kemanakah kau menuju?” Dia jawab, “Aku sekarang menuju pada kenikmatan dan kehidupan yang tak berakhir. Di Surga kekekalan yang dapat kumiliki dan tidak akan pernah rusak.”



Pemuda itu berkata, “Aku harap kau selalu ingat padaku di sana, sebab aku di sini juga tidak melupakanmu.” Dia jawab, “Demi Allah, aku juga tidak melupakanmu. Dan aku meminta kepada Tuhanku dan Tuhanmu (Allah Subhanahuwataala) agar kita nanti bisa dikumpulkan. Maka, bantulah aku dalam hal ini dengan kesungguhanmu dalam ibadah.”



Si pemuda bertanya, “Kapan aku bisa melihatmu?” Jawab si wanita: “Tak lama lagi kau akan datang melihat kami.” Tujuh hari setelah mimpi itu berlalu, si pemuda dipanggil oleh Allah menuju kehadiratNya, meninggal dunia.



Begitu indahnya, jikalau cinta, menjadikan seseorang dalam ketaatan, begitu indahnya, jikalau cinta, bersatu dalam ikatan, dan kembali bertemu dalam surgaNya, kekal selama-lamanya dalam kebahagiaan, oh cinta, begitu suci dan mulianya, sebuah cinta yang terjalin dalam ketaatan.



Ketika kita membaca perkataan dari sang wanita “Sebaik-baik cinta wahai orang yang bertanya, adalah cintamu. Sebuah cinta yang dapat mengiring menuju kebaikan.” Betapa mulianya jikalau cinta sebagus itu, tapi ketika melihat fenomena di depan mata, sungguh kesucian cinta begitu ternoda, kesucian cinta telah ternoda dengan aktifitas zina, “pacaran” merajalela, dan menjadi menu wajib bagi para kawula muda, andai mereka sadar, betapa terbahak-bahaknya syaitan melihat kelakuan mereka, jikalau cinta bisa di dapatkan melalui “pacaran”, maka siap-siaplah mereka menderita, siap-siaplah mereka tertipu. Ketahuilah saudaraku, tidak ada yang namanya cinta dalam aktifitas pacaran, semuanya embel-embel zina yang di kemas syaitan menjadi perilaku yang menyenangkan, yang namanya zina, itu tidak hanya pada bagian antara pusar sampai lutut, semua anggota tubuh bisa jadi terdakwa, zina mata karena melihat, zina kata-kata karena rayuan gombal, zina hati karena berangan-angan, dan sebagainya, saudaraku, tundukkanlah pandanganmu demi kemulian, jangan biarkan kulitmu di tembus oleh besi dari neraka karena bersentuhan dengan yang bukan mahram, cukuplah Allah sebagai penolongmu dan tempat berserah diri.



Kita lihat, orang pacaran paling alim pegangan tangan, begitu mudahnya cinta di ungkapkan, aku mencintaimu, tetapi dia mengajak pasangannya ke dalam kemaksiatan, apakah seperti itu yang di katakan cinta, bahkan banyak para muslimah yang dulunya penuh ketaatan, tetapi berubah drastis karena aktifitas pacaran, tidak sedikit teman-teman muslimah yang saya kenal terperangkap oleh belenggu seperti itu, meskipun dia memakai kerudung, sering belajar agama, tetapi karena aktifitas pacaran, semuanya menjadi kabur, mereka senang-senang saja saat tangan sang pemuda menyentuh tubuhnya, menyentuh kulitnya, masya Allah, mudah-mudahan kita semakin istiqomah di jalan ketaatan, dan bagi saudara-saudariku yang sedang melakukan hal itu, semoga Allah melembutkan hatimu, menyadarkanmu dari belenggu syaitan.



Sebaik-baik cinta adalah cinta yang di balut dalam ikatan suci pernikahan, saudaraku, bila engkau mencintai seseorang, bingkailah dirimu dan dirinya dengan tali yang di rahmatiNya, sambutlah dirimu dan dirinya dengan keindahan cinta di atas cinta, mohonlah kemantapan untuk membingkai cintamu dalam ikatan suci pernikahan.



Wallahu ‘alam