
Air Mata Jiwa Novel.
Sobat, aku jelaskan padamu jika kau punya beban yang kadang sulit di pikul dan kau jadi rapuh. Aku juga pernah menjalaninya. Sobat permasalahan kita sebenarnya tidak lari dari ruang lingkup yang itu-itu saja, hanya saja kecendrungan cara penyelesaian kita yang membuat masalah hidup itu tampak berbeda. Kau pasti tau ruang lingkup masalah hidup ini tertera di bagian apa saja... disini aku takkan menjelaskan ruang lingkup masalah itu.
Aku Novelia senang jika sobat menyapaku dengan panggilan Novel ini adalah tipikal manusia yang Introvert namun beraura Ekstrovert, maaf ini hanya istilahku saja. Ketika aku berada di puncak masalah maka aku lebih memilih menyepi, sendiri bersama alam yang kusukai tapi jika aku tak menemukan alam penyepian yang enak maka aku lebih senang berada diruangan gelap tertutup dan berdialog sendiri dengan bentuk perilaku tubuh seperti gambar itu. Kau harus tau sobat kejadian penyendirian di tempat gelap ku lakukan dari usia delapan tahun sampai beranjak keusia 21 tahun, aku sudah belajar Psikologi Islam di perguruan tinggi IAIN Imam Bonjol Padang tepatnya baru semester tiga ketika itu.
Meski aku punya sahabat dan mama yang baik aku tidak pernah bisa langsung cerita begitu saja tentang masalahku. Mama bagiku lebih kusukai jika aku bercerita padanya tentang kebahagiaanku ketimbang masalah air mataku, karena ku tak sanggup jika beliau berpikir lukaku. Begitu pula sahabatku jika mereka mampu mengorek kepedihanku dengan usaha Psikologinya maka aku akan menangis sejadi-jadinya, bukan karena berat bebannya masalah tapi karena harga diriku sebagai seorang yang berjuang tegar dengan keintrovertnya runtuh di tengah malam bersama mereka. harga diriku terasa jatuh.
Sobat, akupun bercerita pada Allah SWT jika penyendirian emosiku selesai. sebenarnya semua tidak boleh seperti itu, tapi itulah aku. Aku akan mampu bercerita jika belahan jiwaku ketemu, belum tentu?! kita semua memiliki daya tahan sendiri sampai dimana kekuatan kita dalam menyikapai masalah, pokoknya dan intinya jangan sampai terbesit untuk bunuh diri karena itu pelarian yang salah serta jangan takut jika ada masalah, jika kau punya cerita bagaimana kau berjuang menyelesaikan masalah, jangan sungkan bergabung di Air mata Jiwa. Keyy!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar