
Tertawa Bersama Mata Cinta.
Hari ini aku bahagia sekali, karena kau masih mau melihat ku disini, yup... kau, sobat. Apa aku akan bilang bukan engkau, ah sobat karyaku ini tentunya untuk kaulah!
Mau merasakan tawa mata jiwaku, mari ku ajak kau tertawa sobat. Aku jatuh cinta! hmm, jangan bingung sobat, jatuh cintapun sebenarnya bisa di tertawakan juga. Banyak hal indah yang lucu tak terkira. Kau pernah mengalaminya belum?! kalau belum, aku tak kan peduli karena suatu saat nanti kau pasti akan bercerita tentang tertawa matamu karena cinta, jadi aku hanya menunggumu untuk membawa aku tertawa bersamamu. Sobat kau normalkan?? Upps, maksudku jika kau belum pernah menikmati cinta dan tawanya, ku rasa kau?!! Hehe, jangan dilanjutkan!
Waktu itu aku lagi bengong sehebat-hebatnya manusia bengong, berlebihan. Nyatanya aku bercermin untuk mengatasi kebengonganku, aku cantik! Oooh bukan aku cakep, ya kurang lebih aku cakep. Aku ulangi lagi bengongku dengan berkata "seandainya..."
"Seandainya" aku mati nanti bertemu malaikat munkar_nangkir menyambutku dengan senyum merekah sambil membawa bantal dari bahan awan, ehm empuk. Lalu ketika malaikat mengajakku pergi ke hari penentuan dengan sangkakalanya, kau tau malaikat apa itu? yang pasti ku harus bertemu dengan Tuhanku, Allah SWT tersenyum padaku sambil berkata " Novel kau nyaman sekali duduk disamping Rasulullah SAW " lantas wajahku merona seketika, malu dengan melihat senyum Tuhan. Aku menunduk tersipu-sipu dan Rasulullah SAW menatapku penuh kasih sayang sebagai saudaranya yang telah lama di nanti, ssst... bidadari cemburu padaku. Haha, eits ada lagi yang cemburu. mau tau siapa?? aduh tunggu dulu, sepertinya kata "seandainya" ku hentikan dulu karena kutatap di cermin cinta, muka ku tidak seimbang untuk mendapat impianku itu kenapa?? mau tau juga?! kau sobat, menyiksaku saja!
JERAWATku. Aku belum mau melanjutkannya karena jerawatku besar-besar. Kalau aku mati nanti lalu malaikat tertawa karena jerawatku, atau Allah SWT, dan Rasullulah SAW tersenyum karena mukaku yang penuh benjolan mungil ini, apalagi orang yang ku rahasiakan itu melihatku?? ah gimana...
Aku buru-buru ambil wudhuk dan sholat biar wajahku bercahaya dan selalu dirindukan kematianku oleh mata cinta yang tercipta dengan tawa. Tertawa bersama mata cinta, Allah SWT, Rasulullah SAW, malaikat dan orang itu?! hikhik, aku jadi malu. Sobat, jika kau bingung dengan cerita cintaku katakan saja, aku takkan marah, malah aku senang. Alasannya cinta yang normal itu memang MEMBINGUNGKAN. Benarkan...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar