
Hampir saja aku melupakan diri, yang tak luput dengan dosa dan kemaksiatan. Sempat lupa kalau diri ini tak jua penuh dengan kebaikan. Betapa sisi-sisi yang terlupakan adalah hadiah dalam mengingatkan diri dari sifat merasa hebat, benar, pintar dan sombong akan tubuh dan wajah yang rupawan. Bukan maksud hati untuk menjadi manusia yang pesimis dan tak mau menjadi orang yang percaya diri. Namun ada yang harus di renungi lagi jika kepercayaan kita mulai menjauhi hadiah dari kemaksiatan selama ini. Kau tau?? mengenang pemberian perilaku buruk kita dimasa lalu adalah metode untuk mencerdaskan hati kita yang mulai buta oleh kenikmatan dunia. Tidak ada salahnya membuka kembali bungkusan kenang-kenangan dimasalalu yang ternyata isinya berupa keburukan kita terhadap diri sendiri dan orang lain.
Kenang-kenangan dari masa lalu, menjadikan kita lebih tawadhu tentang apa yang kita hadapi kini dan kedepan. keburukan yang dibungkus dengan taubat kau simpan kembali jangan kau lupakan, agar kelak kau bisa menjadi lebih baik lagi. Jangan kau buang kenang-kenangan itu! simpan dalam lemari hatimu. Biar kau ingat bahwa kau bukanlah manusia sempurna meski wujud penciptaan-Nya jelas Maha sempurna. Kau manusia biasa yang terkadang alpa dan lupa, ingat kejelekanmu kenang dalam permintaan ampunmu, ketika disepertiga malam Allah SWT mendengar setiap pertaubatanmu. Semoga kau dan aku menjadi manusia yang disempurnakan oleh Allah SWT dari akhlak yang baik "Menjadi BAIK, banyak sekali! dan menjadi JAHAT, baik sekali!" bingung?? cerdaskan pikiranmu untuk memaknai kalimat tsb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar