“Pantaskah ku menjadi penghuni syurga, sedang aku banyak dosa? “
Ada rasa sedih oleh perkataan tersebut, ada rasa putus asa dan putus harapan. Betapa usaha menjadi sia-sia jika hanya berdalih bahwa kita banyak dosa. Tak ada kekuatan disana. Dosa, merengguti siapa saja selama ita bernama manusia. Maklum manusia berada di dua pikiran dan nafsu yang baik dan buruk. Bila kita di takdirkan pikiran dan nafsu yang baik selalu, tanpa keburukan kita bukan jadi manusia, tapi malaikat. Sebaliknya, bila kita ditakdirkan dengan pikiran dan nafsu penuh keburukan, maka kita bukanlah tercipta jadi manusia, tapi hewan lebih buruknya syetan.
Sungguh manusia memiliki nilai lebih di mata sang pencipta, disebabkan ada penyeimbang antara sifat keburukan dengan kebaikan. Ketika manusia mampu menyeimbangi antara keburukannya dengan kebaikan atau lebih sempurnanya, saat nafsu keburukan menghampirinya dan kebaikan yang tinggi menutupi tidak mengikuti keburukan tersebut, itulah nilai lebih dari manusia.
Naif, jika kita menganggap Allah SWT tidak bisa mengampuni dosa kita hanya karena kemaksiatan kecil baik itu dari mata, kaki, tangan dan pikiran. Sungguh naif, jika kita mengatakan Allah SWT tidak mau mengampuni dosa kita karena pikiran mesum atau kata-kata kotor, tabu sampai orang lain ikut menikmati dengan kebodohan kata-kata kita. Sungguh naif, jika kita mengatakan Allah SWT tidak mengampuni kita! Selama nafas masih mengaliri darah kita, nilai istighfar di setiap nafas mampu menghapuskan dosa kita, tentu dengan tidak mengulangi perbuatan yang sama. Menutupi dengan kebaikan yang sempurna. “Tidak ada dosa besar yang diiringi dengan istighfar.” Ingat, dosa kecil menjadi besar dan tak terampuni sehingga gagal mendapat rahmat Allah SWT untuk masuk syurga, akibat kita mengabaikan dosa kecil. Jangan, sekali-kali meremehkan kemaksiatan kecil, karena itu akan menjadi setumpuk dosa besar yang tidak terampuni. Allah SWT Maha Pengampun dan Maha Penerima Taubat. Janganlah, berputus asa!
Kita tentu masih ingat, serumpun kisah taubat di masa abad-abad yang berlalu diantaranya, tentang seseorang yang telah membunuh 99 orang dan hendak menggenapkan menjadi 100 orang. Sebelum terjadi ada gerakan hati di dirinya, dia menyesal dengan kesadaran tinggi. Allah SWT Sang Pencipta mengampuninya dan syurga pun menanti. Kisah seorang wanita yang kesehariannya berprofesi sebagai pelacur, di suatu kejadian melepaskan sepatunya untuk mengambil air dan memberikan ke binatang yang kehausan. Kita selaku umat Islam begitu benci dan najis bersentuhan dengan hewan ini, yakni anjing. Keikhlasan yang sangat dalam dihati, membuat wanita itu bertaubat dan Allah SWT mengampuninya serta syurga jadi jaminan. Dan sebuah kisah menjijikan ( menurut penulis ), ketika seorang pemuda yang tidak dapat menahan gejolak nafsu hormon dalam dirinya, menyetubuhi wanita yang sudah meninggal dunia. Setelah itu menyesal dan datang menghadap Rasulullah SAW dengan niat agar Rasulullah SAW berdoa kepada Allah SWT agar dia diampuni atas perilaku hina dan menjijikan itu. Rasulullah berubah rona mukanya, tidak melihat ke pemuda yang menyesal tersebut, marah. Sedihlah pemuda itu, ia pun pergi. Selama berjam-jam, berhari-hari dan berbulan pemuda it uterus bersujud, berdo’a, menangis sampai seperti orang gila, kurus tak terurus di tengah gurun pasir, memohon ampunan Allah. Dalam kurun waktu sepanjang itu, terdengarlah kabar pemuda tersebut ke Rasulullah SAW. Bersama sahabat Rasulullah menghampirinya dan Rasulullah mengatakan sesuatu kepada mereka dengan rona pipi yang menyejukan, “jika ingin melihat taubat yang sempurna, maka contohlah pemuda ini.” Allahhuakbar !
Jangan, bersedih! Jika kita hanya pelaku pezina dalam taraf sederhana, karena tidak mampu menjaga diri dari pandangan yang di haramkan, tidak mampu berbicara baik dan bermanfaat. Allah akan mengampuni setiap kesalahan kita dan syurga jaminannya. Selama kita tidak mengabaikan dosa kecil dan sederhana itu, angin lalu. Beristighfarlah setiap saat, taubatlah di tahajjudmu, rubah hidup dengan kebaikan besar, sholatlah yang sempurna. InsyaAllah, ampunan-Nya lebih besar dari kesalahan dan dosa kita. “Kita pantas menjadi penghuni syurga, selama kita percaya bahwa Allah Sang Pencipta, Maha Pengampun lagi Maha Penerima Taubat!”
Semoga bermanfaat!
Al-Faqir ilallah, Novelia Yusuf.
Semoga Allah menerima taubat hamba2x pilihanNYA.
BalasHapusSekedar sama-sama mengingat salah satu ayat yang artinya:
“Sesungguhnya Allah itu tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni segala dosa selain itu bagi siapa yg dikehendaki-Nya. Barangsiapa yg mempersekutukan Allah maka sesungguhnya ia telah berbuat dosa yg besar.” . “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan dgn Dia. Dan Dia mengampuni dosa selain dari syirik itu bagi siapa yg dikehendaki-Nya. Barangsiapa yg mempersekutukan dgn Allah maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.”
Dosa hambaNYA masih dibukan pintu maaf, kecuali dosa syirik. maka berhati hatilah kita akan dosa ini. Hari ini dosa syirik banyak sekali kita jumpai bahkan dilingkungan kita juga ada jika kita cari. Cari masing-masing ya , nanti kalau dah ketemu kita bahas lagi....
Jazakallah khayran nasehatnya..
Hapus