
Aku sulit tersenyum, senyum menipu aku bisa berkali-kali. Bisa, cuma dengan gumaman"Eeeee..." senyumku sudah cukup menawan. aku adalah anak yang periang, jahil manja ada padaku... waktu itu adalah masa Pubertasku di SMP. namun, beranjak sebuah nilai usia yang kian hari kian menampakkan tingginya angka umur aku mulai melupakan bagaimana tersenyum. entahlah, karena Aktivitas yang bertambah rumit, ekonomi yang ku kejar target ato cinta yang menampakkan ketidakjelasan makna. semua entahlah.
Jelasnya, aku tidak bisa tersenyum lama-lama, setiap bertemu orang tersenyum, melihat alam yang indah tersenyum ato melihat teman yang baru datang akibat macet di jalan tersenyum ahhh... tidak! aku dah mulai melupakan senyumku. aku terluka karena senyum? semua disebabkan aku tak berniat untuk senyum kesetiap penjuru. apakah hati sudah mengeras, sehingga tak bisa senyum, dosaku yang kebanyakan sehingga aku sulit melihat bibir yang merekah pada diriku ato imanku yang menguat sehingga aku harus teliti dengan siapa aku tersenyum. aku akui senyumku selalu bikin fitnah. entahlah benar pikirku ini????? tapi, jelasnya dari hasil observasi begitu, terlihat jika aku tersenyum kepada teman-teman, serta orang lain... wiiihh mereka erat bagai kawat didekatku, dan diantara orang lain itu pasti ada 2 jenis manusia laki-laki dan perempuan... buruknya ketika senyumku kelepasan kelawan jenis... ahhh senyumku buat fitnah. aku terus menempa diri dengan ilmu tentang makna jaga hati, dan senyumpun bisa melukai hati. lambat laun aku malah mundur dari senyum, lambat laun aku mulai sepi dari kilauan kawat yang mengerat. sahabatku menjauh dari mukaku... ahh, all is well.
Forget it! aku mulai lebih memilih meningkatkan ibadah dengan senyum yang terbatas dan berat, apa amalku diterima ya? meski tak senyum, hmm semua tergantung niat. aku pede ga senyum, biarlah sepi ini ada dikenyataanku, namun kenangan memang selalu indah dalam senyum masalaluku. untuk sahabatku, kenapa kau menjauh dariku atas senyumku yang memudar, kenapa kau tak menguatkanku untuk kembali tersenyum, untuk lawan jenisku yang maksa aku senyum, kau siapa? sehingga aku harus tersenyum padamu? kau ingin aku menjadi pilihan atau bahan omongan dari mulutmu ke mulut kawanmu yang lain.. menjauhlah, jika kau ingin aku jadi pilihanmu... maka senyumku adalah milikmu dan saat aku sedih tolong buat aku tersenyum kembali, mau?
Hari ini aku kembalikan duniaku kemasa kecil... aku kembali melihat donal bebek dan kupu2. di usiaku yang menanjak tua aku memakai cincin kupu2 dan donal bebek, aku tersenyum untuk diriku sendiri. lelahku menghilang. aku tersenyum.
kalo beleh komentar..
BalasHapussaya rasa senyum tidak dosa kecuali,senyum kita membuat membuat orang lain menjadi sakit hati.
membuat rumah tangga orang pecah.
membuat laki-laki hilang iman.
atao membuat diri hilang iman.
sebaliknya senyum kita akan jadi ibadah kalo.
membuat laki-laki tambah iman.
membuat yang sakit jadi sembuh.
membuat orang sedih jadi gembira.
membuat orang lemah jadi kuat.
mohon maaf jika tidak berkenan atas komen ini, dan delete saja serta lupakan tuk selamanya..
Alhamdulillah, terimakasih sy sudah bisa tersenyum :)
Hapus