
/s1600 catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjWpdimJyW7nMeQpolUzlX_2zcrzoh0TDbj32T2lBEEFcvclbDlAcYMEhxhBTdN5dKrDYAGfkMj5S2nwLU6CSmnluQ2gRN7bDy2adK5JZvWgMHNLLQ4d0p8XLxs3QQ18exhZ7NVzwJZPQ/s1600/ku.jpg">

Indonesia Berkabung; Bukti penyesalan Moral Bangsa yang hilang dan Minat Baca yang kurang.
(Pasca Video Mesum Mirip Ariel, Luna Maya dan Cut Tari!)
Bismillahhirrahmanirrahim
Dalam waktu 10 hari pasca beredarnya video mesum ala artis beken di Indonesia mampu menggadaikan “kehormatan jangka panjang “anak-anak di bawah umur sebanyak 33 orang yang di jadikan santapan mesum para penikmat video tersebut . ini jelas membuktikan betapa moral para penikmat video benar-benar tak ada, sebenarnya moral bangsa kita sudah hilang sebelum Video Artis beken tersebar terbukti begitu mudahnya penjualan CD/DVD yang berbau seks dan banyak pemerkosaan serta kekerasan. Moral bangsa sudah hilang dan kemerdekaaan yang kita raih tahun 1945 telah tercabut beberapa tahun ini, sayangnya kita tidak menyadari itu.
Jika dulu kita terjajah oleh bangsa yang berbau otoriter ingin menguasai sepenuhnya, oleh bangsa lain yang berdarah keras dan kuat, maka sekarang ini kita di jajah oleh kelemahan kita sendiri, oleh otak yang tak mau di ajak untuk menjadi kuat, kita di jajah oleh bangsa kita sendiri, oleh kerusakan moral diri kita sendiri. Bukti pastinya bahwa bangsa kita penjajah adalah begitu mudahnya kita meraup uang Negara kita sendiri yang dikenal dengan kata terlalu basa-basi yaitu Korupsi, lebih doyan meonton hal-hal yang berbau asing dan tak bermanfaat diantaranya tayangan yang berbau seks, lebih cendrung kongkow-kongkow dengan teman ketimambang belajar dan menelaah buku atau lebih tepatnya bangsa kita adalah bangsa yang tak berminat membaca, membaca bermanfaat.
Pendahulu kita, pahlawan yang mengangkat nama Indonesia menjadi suatu nama merdeka, begitu berkuah tenaga dan darah untuk menjadikan hal itu menjadi nyata dan kita nikmati saat ini. Namun, kini kitalah yang menodai bangsa kita, kita merusak bangsa , kita menjajah bangsa ini. Otak kita sudah terbiasa menikmati hal-hal yang remeh temeh sehingga menjadi asik jika menemukan hal yang berbau dosa dan maksiat. Bangsa kita sudah hilang moralnya. Jika kita bangsa yang bermoral, pastinya, kejadian akan rekaman video panas artis tersebut tidak akan menyebar dan menjadi pertanyaan” seperti apa sih isi video itu?” lebih miris lagi malah orang yang duduk di bangku kuliah sibuk berkecimpung mencari dan nikmati video panas tersebut. Kalau kita bermoral, maka rekaman video itu tidak akan tersebar ke seluruh pelosok Indonesia, negeri kita ini. Sudah jadi bukti. Sama halnya dengan istilah” berbicaralah kau kepadaku dan keluarkanlah isi kepalamu, maka aku bisa menilai siapa kamu” atau “ perlihatkanlah bukumu, maka apa yang kau baca aku akan tahu siapa kamu.” penulis pun menilai seperti itu. Perhatikan mana yang di gandrungi/di pilih oleh Bangsa kita:
1. Menonton atau membaca?
2. Menyanyi atau mengaji?
3. Menbaca atau bercerita?
Lebih khusus
1. Menonton ceramah atau menonton kartun, lawakan, dan yang berbau seks?
2. Menyanyi yang berlirik agama atau berlirik cinta dan mesum?
3. Membaca buku bermanfaat atau membaca cerita mesum_amoral?
Penulis berani memberi persen lebih tinggi dalam menilai bangsa ini, yakni persen jawaban akan tanya di atas adalah terdapat pada kalimat setelah atau…
Sekarang prediksikanlah dari penilaian persen itu, moral bangsa kita ada dimana?
Jangan salahkan video itu, tapi coba tanya diri kita mengapa kita mau menonton hal itu. Sama juga dengan FB(Face BOOK) yang juga banyak menelan para penggunanya akan hal-hal yang berbau maksiat dan akibatnya pun banyak hilang. Sekali lagi, jangan salahkan FBnya, tapi tanya pada diri kita sendiri di gunakan untuk apa Program tersebut. ( Kesalahan dan keburukan itu bukan dari luar diri kita, tapi kitalah yang melakukannya).
Mulailah membaca mengikat makna akan sekeliling kita dan mulai menyerap hal-hal yang bermanfaat. Jangan sibukkan diri dalam hal yang remeh-temeh karena hal itu justru akan membawa kita kepada hal yang lebih dasyat dari keremehan itu yakni dosa dan maksiat. Abu Ubaidah ra. Berkata”Barang siapa menyibukkan dirinya dengan sesuatu yang tidak penting, sesungguhnya ia akan kehilangan hal yang penting.” Dan Allah SWT berfirman artinya” dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra:32).
Penulis sempat memeringkan senyum, tepat tanggal 25 Juni 2010 para fans Ariel datang berbondong-bondong dengan memakai baju merah dan beberapa sanduk berwajah Ariel dengan teriakan memberi “support, dukungan moral.” (ckckck… mau di bawa kemana Indonesia ini, sudah jelas orang tidak bermoral malah di beri dukungan moral. Sungguh begitu bodohnya fans itu, kasihan sekali.)
Marilah para penghuni bangsaku, Indonesia. Angkatlah wajahmu dalam bentuk kemurahan menerima ilmu dan senang membaca (bermanfaat)karena hal itu membuat bangsa kita kokoh dan berwibawa. Ku mohon selaku orang yang menetap di Indonesia ini, jangan mengangkat wajah kalau hanya untuk memperlihatkan warna merah rona ketidakmoralan kita, penantang untuk berbuat maksiat. Jangan pernah berpikir dengan tulisan ini,” Gue ya gue, lu ya lu…” sudahlah, jangan sampai kita di cap sebagai bangsa yang tidak pandai berterima kasih atau pandai berterimakasih tapi berkhianat. Jadilah Pribadi yang seutuhnya baik, jangan menampilkan pengkhianatan. Jangan khianati kemerdekaan tahun 1945 itu.
Alhamdulillah.
Semoga bermanfaat, al-faqirillallah
Novelia Yusuf asy-Syahidah.
(Zakat ilmu adalah mengamalkannya).
26 Juni 2010. 12:38 PM, Padang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar