
“Ya Allah, sesungguhnya telah habis kesabaran, telah lemah keyakinan, telah terserak keinginan, dan hanya kepada-Mu semua kendali hati. Ya Allah, Padukan semua kata pada ketakwaan dan lunakkan hati pada petunjuk-Mu.”
Hati ini hendak bercerita
Tapi, tak ada yang menoleh untuk mendengar
Mereka hanya berkawan ketika wajah ini tampak senang
Namun, ketika hati dan wajah ini terluka sedih tak ada kawan menguatkan
Ternyata hanya keasingan yang termiliki yang mampu buat Saya terkuatkan
Dan inilah perhentian tangis terakhir Sang Jiwa.. perhentian rasa cinta Rang Asing pada sosok
Lelaki itu bernama ENTAHLAH !
Kurun sudah 7 tahun lamanya Saya senangi seseorang dan menantinya untuk kembali, kembali merapatkan hati bahwa Sayalah pilihan terakhir untuk mendampingi hidupnya kelak. Kurun waktu Saya menanti bercampur-campur rasa, duka dan bahagia. Kini, semua terjawab sudah.. dia tidak memilih Saya untuk menjadi pendamping hidupnya.. dia sudah memiliki pilihan baru.. dan Saya menikmati kesedihan dan sakit yang mendalam, sangat dalam! Sehingga airmata ini tak mengeluarkan airnya.. mata ini hanya sanggup menerawang, membisu dan terdiam. Sejenak mata ini sembab, inilah cinta yang Saya pupuk sendiri tanpa tahu apa bisa nantinya di tuai, inilah cinta yang Saya jaga bertahun-tahun, inilah cinta yang tak sanggup Saya uraikan! Cinta tetaplah , cinta tak tergantikan oleh sebingkai kata-kata. Inilah cinta yang terkembang mengalir yang melahirkan kembali kepedihan cinta seorang Kahlil Gibran, Seorang Laila dan seorang Zulaikha serta keterhempasnya kekuatan cinta seorang Rabi’ah alDawiyyah yang bertahan untuk kuat mengikat cintanya hanya kepada Allah semata..
Saya yakin, tidak ada yang begitu percaya bahwa Saya memendam cinta begitu dalam dan di era-modren ini tak kan mungkin saya tercipta bisa mencintai yang mengefek dasyat seperti kisah-kisah cinta di zaman lalu. Tapi, inilah realitanya Saya menjalani cinta yang begitu parah senangnya, parah sakitnya. Saya baru bisa merasakan bagaimana perasaan seorang Kahlil Gibran, Laila, Zulaikha dan Rabi’ah al-Dawiyyah. Mungkin cinta Saya tidak suci karena ambisi, mungkin..mungkin.. Tapi, Saya hanya bisa melihat mata di kaca ini. Saya tersadar bahwa Saya terluka dalam. Saya hanya sanggup bercerita pada Guru Saya, bahwa Saya sedih untuk pertama kalinya! Sedih yang begitu dalam..
Jika, zaman kini menilai cinta hanya sebatas perut untuk memuaskan di bawah perut. Jika, zaman kini cinta kepada makhluk hanya terlihat sekumpulan ‘tai-tai’ (Maaf). Jika , zaman kini bukti cinta adalah tidur seranjang dengan yang dicintai, melahirkan lirik-lirik cinta maksiat bahkan cinta itu ‘indah’ seperti lagu Melinda, Cinta satu malamnya.. Jika, cinta yang melahirkan rasa batin yang tegar di dunia zaman sekarang katanya tak ada. Jika, di dunia ini ada cinta yang hanya mengharapkan hadirnya tanpa hubungan seks itu sudah mustahil! Tapi, riilnya Saya begitu.. bahwa cinta Saya begitu! bagi Saya cinta adalah hal yang suci, tak bisa di urai dengan kesenangan perut di atas ranjang belaka.. cinta Saya lahir begitu diam..
Ahh.. Saya sedih orang yang Saya senangi dan Saya nanti 7 tahun lamanya sudah punya pendamping hidup pilihannya.. tapi, sekarang Saya senang untuk rela melepaskannya.. Alhamdulillah.. Ya Allah, ampuni atas rasa senang Saya terhadap seseorang bertahun-tahun kurun waktunya.. ternyata Saya menduakan-Mu, pastinya mengkhianat-Mu.. ampuni pengkhianatan Saya Allah.. Izinkan Saya melahirkan karya-karya dengan kekuatan cinta-Mu.. bentuklah Saya untuk kuat seperti pendahulu Saya.. Kahlil Gibran, Laila, Zulaikha dan Rabi’ah al-Dawiyyah dan jangan Engkau tinggalkan aku sendirian..
Kini usai sudah sebuah kisah cinta Saya.. luka biarlah luka.. bagi Saya cinta cukup sekali, menikah pun sekali.. layaknya kematian pun hanya SATU KALI! Dan inilah kepedihan yang buat Saya berubah kepilihan hidup yang lain, ketakdir yang lain.. Dan sebuah masa pasti ada akhirnya..
Lelaki itu bernama ENTAHLAH !
Semoga bermanfaat
Novelia Yusuf asySyahidah, Rang Asing.
29 Januari 2012, 03:00 PM. Kubang, Sawahlunto-SUMBAR.
>> I am Novel.. I am Novel..
Tears fall without me realizing
I wiped my tears because I didn’t want you to be washed away
Could have erased you, could have forgotten you
It makes me cry to think about the days without you
You left me without saying anything, I wish it wasn’t you, please
It’s okay if you return, it’s okay if you return
It must be just a dream where we were apart for a short time
Nothing happened, nothing happened
When the night is over, if I wake up, I’m with you again
Repeateadly telling with my heart, telling with my mouth
I remind myself so many times because I don’t want to lose me
Could have erased you, could have forgot you
It’s makes me cry to think about the days without you
You left me without saying anything, I wish it wasn’t you, please
It’s okay if you return, it’s okay if you return
It must be just a dream where we were apart for a short time
Nothing happened, nothing happened
If I wake up after tonight
It’s okay if you return, it’s okay if you return
I still love you, please, please
Nothing happened, nothing happened
When the night is over, if I wake up, I’m with you again.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar